Saturday, 21 May 2016

12 Cara Menghilangkan Keringat Berlebih

Berkeringat adalah reaksi tubuh untuk pendinginan. Namun, pada orang yang menderita hiperhidrosis (istilah untuk keringat berlebihan), produksi keringat terlalu banyak sehingga menimbulkan masalah.

Hiperhidrosis menimbulkan efek psikologis dan psikososial. Orang yang menderita hiperhidrosis sering menjadi kurang percaya diri, menutup diri dan harus mengubah gaya hidup untuk mengakomodasi masalah ini. Selain itu, keringat berlebihan juga dapat menyebabkan penyakit atau iritasi kulit karena kulit basah lebih rentan terhadap infeksi bakteri dan jamur tambahan.

Keringat berlebih disebabkan oleh kerja eccrine yang terlalu aktif. Eccrine adalah kelenjar keringat yang mengatur suhu tubuh. Kelenjar ini berlokasi di seluruh tubuh sehingga semua bagian tubuh dapat berkeringat, namun hiperhidrosis terutama terjadi di telapak tangan, telapak kaki, ketiak dan wajah.

Kebanyakan hiperhidrosis adalah bakat bawaan yang menurun di keluarga. Sekitar sepertiga orang dengan hiperhidrosis memiliki anggota keluarga dengan keluhan yang sama.

Ciri-ciri keringat berlebih adalah berkeringat ekstrim sehingga membuatnya sering berganti baju. Penderitanya sering memiliki jejak basah di baju, terutama di daerah ketiak. Hiperhidrosis telapak tangan ditandai dengan telapak tangan yang basah sehingga butir-butir keringat sampai menetes.

Faktor lain yang juga dapat menyebabkan kelebihan keringat ini, di antaranya :

1.     Makanan atau minuman tertentu. Makanan pedas, minuman panas atau minuman yg mengandung kafein dan alkohol dapat membuat kita berkeringat.

2.     Obat-obatan. Morfin, tiroksin dosis tinggi, beberapa anti-psikosa, obat pereda nyeri (aspirin dan asetaminofin).

3.     Menopause. Wanita pada masa ini biasa mengalamai hot flashes, dimana terjadi peningkatan suhu kulit yang disertai keringat dan kegerahan.

4.     Hipoglikemia. Kadar gula darah yang rendah sering dijumpai pada penderita diabetes yang mengkonsumsi insulin atau obat anti-diabetes-oral.

5.     Demam. Ketika suhu badan naik dan akan kembali ke normal, bisa disertai dengan keringat berlebihan.

6.     Hipertiroidisme. Kadang kelenjar tiroid mengeluarkan sejumlah besar hormon tiroksin. Hal ini menyebabkan penurunan berat badan, denyut jantung yang cepat atau tidak teratur, gelisah.

7.     Serangan jantung. Terjadi ketika aliran darah ke otot jantung berkurang.

8.     Tuberkolosis. Salah satu gejalanya adalah berkeringat di malam hari.

 Beberapa kondisi seperti HIV, diabetes, penggunaan narkoba dan alkoholisme juga dapat menyebabkan berkeringat berlebihan.